Minggu, 26 Agustus 2018

PITULASAN : SPORTIF, SMART, HAPPY


Seringkali memang harus ada yang bersedia berlelah payah menyelenggarakan perhelatan untuk ajang silaturahim dan mensyukuri karunia kemerdekaan. Dari sini kelihatan banyak bakat, potensi warga dari aneka lomba ketangkasan dan seni budaya yang diadakan.

Tadinya krucil ini udah mau ikut lomba menyanyi, tapi entah mengapa nyalinya ciut pas hari H, xixi. Jadi krucil malah blas nggak ikut lomba seni budaya, padahal ada lomba membaca cerita, puisi dan menyanyi.
Eh, tapi dia ikut lomba mewarnai dan Alhamdulillah dapat hadiah juara harapan 2.

Krucil juga tampil di ketangkasan beregu, estafet bendera dan estafet bola keranjang. Yeaay juara 1. Dari lomba-lomba ini krucil belajar untuk jadi anggota team yang bisa bekerja sama. Dia juga tahu bahwa ada trik, taktik dan usaha untuk bisa menjadi yang terbaik.


Ikut lomba yang selalu nge-hits di acara pitulasan dong, xixixi lomba makan kerupuk, yeaay


Pokoknya banyak ikutlah, lomba sepeda hias dan jalan sehat juga.





Akhirnya, rangkaian pitulasan ditutup dengan ngumpul nobar dan penerimaan hadiah. Alhamdulillah, senangnya. Semoga banyak manfaat yang didapat ya. Disimpan di sini tuk kenangan kebahagiaan dan semangat merdeka, ahaha.

Note : foto  dokumentasi lomba 17an RW (diambil dari FB panitia).
Senang bisa ikut bergembira ria.
Terima kasih panitia. 





Jumat, 06 Juli 2018

LULU MEMANG LUCU

Sabtu, beberapa waktu lalu, si Pa' harus ke Cianjur. Nak wedok heboh pengin ikut. Jadilah nebeng si Pa' sampai Cimory Riverside Puncak. Tujuannya sih pengin pepotoan menikmati Museum Lulu (Lukisan Lucu).
Tiket masuknya 40 ribu saat Weekend dan tiketnya dapat ditukar dengan 1 Chocomory.

Ini 3D Art Trick Museum ke 4 yang kami datangi setelah De Mata di Jogja, di Ancol, dan 3D Art di Semarang. Lulu ini termasuk kecil, tapi lumayan mewakili Cimory dengan banyak lukisan sapi 😀

Kenapa sih nggak bosen ke 3D Museum, yang tiket masuknya bisa dibilang nggak murah ?  Di 3D museum ini intinya mengapresiasi karya dan belajar menerjemahkan lukisan menjadi foto 3D yang amazing. Perlu penghayatan dan imajinasi tinggi untuk menghasilkan foto keren. Kadang sekali jepret udah pas, tapi adakalanya harus diulang-ulang buat ngepasin. Nggak gampang juga, meski ada contoh dan tanda buat ambil fotonya 😊 Moment ini menuntut kesabaran, saling mengerti dan akhirnya kami akan ketawa2 dan terhibur saat melihat foto-fotonya. Ahaha Lulu memang lucu.

Ini foto kami berdua. Gantian motret plus minta tolong dipotretin petugasnya 😁 Foto2 yang agak sulit penjiwaannya, dan emak pun merasa gagal 😴

Minggu, 24 Juni 2018

SEMOGA MAKIN CINTA

Hakikat hari raya adalah bagi orang2 yang senantiasa bertambah taat.
Kebiasaan2 baik Ramadhan harus terus dilakukan dan makin meningkat.
Kita perlu waspada/khauf karena musuh bebuyutan (setan) kembali dilepaskan tapi insyaa Allah kita sudah lebih kuat. Bukankah Ramadhan adalah bukti prestasi kita menjadi pribadi yang mampu mengendalikan hawa nafsu ?

Ini status saya di FB, tahun 2016 : Alhamdulillah, tahun ini, puasa Anggita udah kayak anak gede. Kaleem :)
*Semoga kau semakin mencintai Allah, mencintai semua ibadah yang diperintahkan Allah, dan Allah pun cinta padamu, Nak, aamiin.

Kutipan artikel AJC Weekly News Oct 2004 ini jleb buat pengingat."Melatih balita berpuasa bukan untuk 'gagah2an' atau mendapat pujian. Tujuan utamanya mempersiapkan anak untuk mencintai semua bentuk ibadah yang diperintahkan Allah.
Jadi yang penting bukan hasil, tapi rasa cinta/suka. Bukankah kita akan berusaha melakukan sesuatu kegiatan yang kita sukai atau kita bersedia menjalankan perintah Allah karena kita cinta Allah.
Nyatanya memang benar pepatah ulama "Tunas yang bengkok akan mudah diluruskan tp batang yang bengkok jika diluruskan akan patah."

Anggita juga ikut kegiatan Kampung Ramadhan, dari mulai Tarhib, Cetar, lomba hafalan surat pendek dan cerdas cermat. Berharap krucils mengingat ini dan terus termotivasi untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat sekaligus mendekatkan pada Allah, aamiin

Selasa, 19 Juni 2018

Yuk Bikin Nugget Ayam Kuluyuk SO GOOD

"Mama, aku mau nyobain ikut puasa sunnah" kata krucil 9 tahun dengan mantap menjelang tidur semalam.
Saya tersenyum dan mengijinkannya, toh sebulan Ramadhan yang lalu, krucil ini sudah mampu menuntaskan puasanya.

Alhamdulillah, Allah beri kami sehat hingga bisa beribadah Ramadhan dengan baik. Kami juga bisa mudik dan  berlebaran bersama keluarga besar di Semarang dalam kondisi yang membahagiakan. Tanggal 3 Syawal, kami sudah pulang ke rumah karena cuti si Pa' udah habis, melanjutkan silaturahim di lingkungan rumah dan Selasa sudah harus masuk kerja.

Hari ke-5 Syawal, sepertinya waktunya memungkinkan untuk menjalani puasa Syawal. Saya pun ngomong tentang puasa sunnah Syawal ke krucil.

Ternyata puasa sunnah ini masih agak susah buat krucil, terutama untuk bangun sahur. Jadi ya sudahlah, pagi ini dia nggak jadi puasa, mau minum susu dan makan puding. Lucunya, dia baru mau makan nasi nanti pas buka. Lho...model apa lagi ini.

Saya ngobrol tentang perutnya nanti kruyuk-kruyuk kalau nunggu makannya nanti. Krucil ketawa, sambil ngomong "Kayak ayam aja kukuruyuk." 
Tiba-tiba kepikiran masak ayam kuluyuk, tapi nggak punya ayam, plus mager mau pergi belanja.

Nengok kulkas, yang ada stok So Good siap masak nugget, bakso, sosis dan aneka sayuran. Ya, varian So Good siap masak selalu ada di kulkas. Kenapa pilih So Good ? Kalau kata anak-anak sih rasanya enak. Kalau saya pilih tentu karena kualitasnya." So Good membantu kami memenuhi asupan protein keluarga.

"Yuuk kita bikin nugget ayam kuluyuk aja buat lauk makan nanti." kata saya.
"Jadinya Dino kuluyuk, dong" kata krucil sambil memandangi nugget bentuk Dino favoritnya.

Saya sering sih bikin ayam kuluyuk ini, karena praktis dan menyegarkan. Meski bukan masakan asli Indonesia tapi masakan Cina ini udah jadi masakan rumahan seperti bakmi dan bakso saja.

Menurut Wikipedia, keluyuk/kuluyuk dalam bahasa Mandarin disebut Gu Lao Rou. Daging ayam yang dipotong kecil, digoreng dan disiram saus asam manis kemerahan. Sedangkan asal nama kuluyuk karena konon aroma hidangan ini mampu bikin perut mendadak kulu-kulu (berbunyi karena lapar) dan yuk itu artinya daging hingga dinamakan kuluyuk.

Nah, sekarang kita mulai masak Nugget ayam kuluyuk So Good. Kita siapkan dulu bahan-bahannya ya.

Bahan yang dibutuhkan :
(Untuk porsi 4 orang)
400 gram Nugget ayam So Good
2 buah wortel, potong korek api
1 buah tomat, potong-potong sesuai selera
1 buah bawang Bombay ukuran kecil, iris tipis
3 siung bawang putih, cincang
4 sdm saus tomat
Gula pasir dan garam secukupnya
1 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air.
Minyak untuk menggoreng

Cara membuat :
1. Goreng nugget ayam So Good hingga matang (kuning kecoklatan), tiriskan dan taruh di piring.
2. Masak saus dengan cara tumis bawang putih dan bawang Bombay hingga harum. Masukkan air, saus tomat, gula pasir, garam, masak hingga mendidih, tambahkan wortel hingga setengah matang.
3. Masukkan larutan maizena, masak hingga mengental, masukkan potongan tomat, aduk, matikan api.
4. Siram saus di atas Nugget.
5. Siap disajikan dan dinikmati.

Menu kuluyuk ini bisa juga ditambah nanas, cabe/paprika dan perasan jeruk nipis bila suka. 


"Wah, beneran bikin perut kruyuk-kruyuk."
Krucil tersenyum sambil memandangi emaknya yang bersiap memotret masakan istimewa ini.

"Mama udah bikin nasi kan, aku makan sekarang aja ya." komentarnya.
"Ahaha...boleh, kan nggak jadi puasa sunnah. Besok lagi kalau mau belajar  puasa sunnah tetap harus sahur ya, biar kuat." kata saya.

Ok, sip deh...So Good jadi andalan kami saat menyiapkan menu sahur dan berbuka yang praktis, lezat dan bergizi, dan akan selalu jadi hidangan favorit keluarga.

Liburan masih panjang, dan sepertinya harus kembali belanja So Good siap masak buat persediaan isi kulkas. 

Selamat kembali ke fitrah di Idul Fitri ini, selamat menikmati liburan dan kebersamaan keluarga di Syawal bahagia, teman-teman semua. Semoga berlimpah berkah Allah senantiasa, aamiin. 

Rabu, 29 November 2017

Floor Time Asyik Dengan So Good Cerdik


          Floor time jadi salah satu cara saya menjaga ikatan/kedekatan emak dan anak. Saya sengaja pakai istilah Floor time karena sepertinya itu yang paling pas. Floor time merujuk pada sebuah konsep dimana emak/bapak dan anak menghabiskan waktu secara efektif dan berkualitas. Waktunya sekitar 30 menitan, tapi patokan waktu ini fleksibel sih, yang pasti kami sama-sama menikmati waktu bersama.
         Jadi meski namanya Floor time, bukan berarti kegiatannya hanya bermain di lantai saja karena makna sejatinya bagaimana saya sebagai emak bisa benar-benar memberikan waktu sepenuhnya untuk anak melalui aneka kegiatan bersama. Floor time ini berorientasi pada anak, dan bersifat interaktif dua arah. Kegiatan yang kami lakukan tentu menyesuaikan  perkembangan dan usia anak.
        Saat ini usia si kecil kami, Anggita sudah 8,5 tahun. Aktivitas bersekolah tiap hari sampai pukul 3 atau 4 sore bila ada kegiatan ekskul. Jadi saya yang mencocokkan jadwal floor timenya.  Biasanya sesudah mandi, sambil menunggu shalat Maghrib kami tetapkan sebagai floor time kami. Aktivitas yang kami lakukan tentu yang menyenangkan. Saya akan bebaskan Anggita menentukan kegiatan yang akan dilakukan. Sebagai digital native, hal yang sangat menarik perhatiannya adalah gadget. Anggita belum kami berikan smartphone pribadi, tapi kami punya tablet keluarga yang bisa dipakai bersama. Dia suka permainan, menyimak dongeng/cerita anak-anak, juga berkreasi mengikuti tutorial DIY (Do It Yourself). Biasanya anak akan asyik sendiri saat bermain gadget, tapi saat floor time, saya berusaha masuk dan memosisikan diri menjadi temannya hingga Anggita mau berbagi apa yang menjadi kesukaannya. Kadang saya juga berbagi hal menarik yang saya ketahui. Anggita juga sering saya perlihatkan isi media sosial saya.
          Suatu ketika saya melihat ada aplikasi menarik, Cerdik (Cerita Digital Interaktif) dari SO GOOD yang dikenalkan oleh KEB. Wah sepertinya keren ini dan cocok untuk mengisi kegiatan floor time kami. Kebetulan kami juga biasa mengonsumsi frozen food ini. Anggita sangat antusias dan mengingatkan saya saat belanja untuk beli So Good yang berhadiah frame dan kartu Cerdik.
          Frame dan kartu Cerdik udah punya, tinggal download aplikasi Augmented Reality SO GOOD CERDIK . Untuk bisa memainkan aplikasi So Good Cerdik spesifikasi minimal OS android 4.1 (Jellybean) dan RAM di atas 1.  
          Kami pasang aplikasi So Good Cerdik ini di smartphone, Alhamdulillah lancar, langsung bisa scan dan menikmati ceritanya. Aplikasi ini mudah diikuti karena petunjuknya jelas. Setelah kartu discan, kita bisa pilih mematikan fungsi AR agar kita lebih leluasa memegang smartphone kita tanpa terpaku harus fokus ke kartu ceritanya. 
           Augmented Reality ini bisa mengubah obyek dua dimensi menjadi 3 dimensi, sehingga obyek lebih terlihat nyata. Ini yang membuat cerita lebih asyik dinikmati. 
           Kartu Cerdik pertama yang kami dapatkan adalah Lala dan Sing Sing. Anggita ikut menyanyi bersama Lala dan tertawa-tawa melihat Sing-Sing yang lucu, baik hati dan bisa mengubah bentuk badannya. Petualangan Lala dan Sing-Sing ini seru dan lucu. Anggita ikut berimajinasi menebak Sing-Sing berubah jadi apa agar bisa membantu teman yang membutuhkan. 
        


 "Aku suka tapi ini pendek banget sih ceritanya." Kata Anggita. Dia terus ngomongin ide dia buat ngelanjutin ceritanya. Anggita juga semangat nunjukin resep di aplikasi So Good Cerdik ini ke mama. "Kalau ada bahan-bahannya semua, kita bikin seperti yang di resep ya, Ma." Okelah, kami bikin bareng beberapa resep. Belum semua dipraktekin sih, tapi ini trik Anggita biar mama cepat beli aneka varian So Good lagi, xixi. 
          


Akhirnya kartu Cerdiknya lengkap juga. Ada 3 cerita yang masing-masing terdiri dari 2 bagian. Selain Lala dan Sing-Sing, ada Chika dan Chiko, serta Umbo Larage. 
           Dari ketiga cerita ini Anggita paling suka cerita Chika dan Chiko, katanya "Aku pengin seperti Chika yang bisa membuat dan menjual kue, aku juga pengin bisa memberikan sandwich isi nuggets Dino ke panti asuhan." Kami pun ngobrol tentang cita-cita dan kebiasaan-kebiasaan baik.
Ya, selalu ada sesi ngobrol saat dan setelah menikmati cerita So Good Cerdik. Tentu saja kami selalu menemukan sesuatu/nilai kebaikan yang bisa kami ambil lewat sebuah cerita. Saya juga membiarkan Anggita membuat cerita versinya, karena dia memang bercita-cita menjadi penulis. Dia juga berkreasi membuat topi Chef seperti yang dipakai Chika. Mengisi Floor Time dengan menikmati aplikasi So Good Cerdik ternyata asyik juga. 
           Rencananya, frame hadiahnya akan kami pakai buat majang foto-foto momen kebersamaan kami ini, tapi belum sempat nyetak fotonya. Nah, ini foto bercerita kami saat floor time bersama SO GOOD. Ada beberapa sesi karena kami menikmati So Good Cerdik bertahap sesuai hadiah kartu cerita digital yang kami dapat.  

Selasa, 21 November 2017

Minggu Tumpah di DKandang cuma Limaribu Rupiah

Sudah sejak Minggu lalu, Anggi pengin banget memberi makan kelinci. Dia ingat pengalaman memberi makan kelinci saat ke Kuntum Bogor, bareng Tante Ririd.

Si Mak nawarin memberi makan rusa aja yang gratis, xixi, tapi krucil ini nggak mau.

Okelah cari tempat memberi makan kelinci yang dekat Depok aja, dan terbetik ide ke D'Kandang.

Pagi setelah ikut kajian Subuh, jam 7 kami udah nyampai di D'Kandang. Dulu sebenarnya TK Anggita pernah ngadain Fieldtrip ke sini, tapi Anggita nggak bisa ikutan karena sakit. Jadi ini kali pertama kami ke sini. Santai aja sih, nggak berharap berlebihan.

Nah, ternyata ya...Kami terpesona, ahaha. Kalau Minggu pagi jam 6 sampai jam 9, tiket masuknya cuma lima ribu rupiah. Begitu masuk disambut pemandangan ibu-ibu yang sedang senam bareng di atas rumput sintetis.

Kami jalan-jalan aja sambil popotoan. Banyak spot menarik untuk foto.
Kali ini mau pamer foto dululah. Nanti deh ya, saya cerita wahana2 yang ada di sini (kalau jadi ke sini lagi) soalnya Minggu lalu, cuma ngasih makan kelinci. Beli tiketnya 20 ribu dapat wortel dan kangkung di ember kecil.

Senin, 05 Desember 2016

Berkelakar di Taman Lembah Mawar

Taman Lembah Mawar udah mulai bisa dinikmati. Nggak seluas Taman Lembah Gurame, tapi lumayan indah, dengan bunga2 yang ditanam mengelilingi Empang eh Setu atau danau ya 😉
Ada pojok fitness dengan beberapa peralatan gym dan lantai bebatuan untuk refleksi.
Tersedia jalur untuk lari dan stadion mini lengkap dengan undakan tempat duduk dan 2 pendopo.

Waktu kami ke sini, masih ada pekerjaan tuk merapikan taman ini. Seneng deh, di Depok mulai banyak taman dan ruang hijau terbuka untuk bergembira bersama keluarga.

Ini Momen Berkelakar di Taman Lembah Mawar