Ini salah 1 foto yang bikin nyess. Belum
setiap kali, Anggita ikut shalat, tapi dia ingat klu selesai shalat tuh
ambil mushaf kecil (Alhamdulillah Al Quran kecil hadiah ngontes
pertama, 3 tahun lalu, kepakai sampai saat ini).
Meski Anggita
belum bisa membacanya (bahkan hafalan surat pendek pun jarang
terdengar) paling nggak dia ngeh kebiasaan buka quran setelah shalat.
~ Waktu materi pelajaran di sekolah Anggita tentang hobby beberapa saat lalu, terjadi dialog ini.
'Ma, kalau yang suka ngaji tuh uminya Kiki'. Kalau mama Anggita ?
Tanya si mak ini iseng, dan jawabannya 'Nggak suka ngaji, kan mama sukanya nyari
kupu2'. Ehk, langsung keselek
*Anak pengamat yang cermat
Jumat, 29 November 2013
Jumat, 08 November 2013
WARNA WARNI SUKACITA
Menyambut Muharram, di sekolah Anggita ada lomba busana muslim dengan baju kreasi mama. Saya pas lagi seneng-senengnya aja bikin hiasan flanel dan ternyata didukung Anggita
Rencananya sih Anggita mau dipakaiin kaos kuning dan jilbab
ungu, dengan hiasan kupu2 jingga di bandana ungu, trus pakai kalung nama
Anggita.
Ternyata Anggita lebih memilih jilbab biru dengan kupu2 dan bunga pink. Anggita juga menolak memakai kalung dengan namanya, lebih suka pakai kalung plastik kecilnya. Akhirnya kalung dengan nama Anggita ditempel di baju
Alhamdulillah, Anggita sudah bisa memilih, membuat pernak-pernik, dan mau tampil di acara peragaan busana. Bonusnya dapat hadiah juara 3 lomba busana muslim di kelasnya

Sambut Muharram dengan suka cita
Jadikan hari-harimu berwarna ceria, Anggita...
Ternyata Anggita lebih memilih jilbab biru dengan kupu2 dan bunga pink. Anggita juga menolak memakai kalung dengan namanya, lebih suka pakai kalung plastik kecilnya. Akhirnya kalung dengan nama Anggita ditempel di baju
Alhamdulillah, Anggita sudah bisa memilih, membuat pernak-pernik, dan mau tampil di acara peragaan busana. Bonusnya dapat hadiah juara 3 lomba busana muslim di kelasnya

Sambut Muharram dengan suka cita
Jadikan hari-harimu berwarna ceria, Anggita...
Sabtu, 02 November 2013
TARI AYAM ANGGITA
Yuhuu....seneng banget bisa nonton perform
kelas Anggita di Assembly Jumat kemarin. Nyanyi lagu "Satu2 aku sayang
Ibu","Kasih Ibu trus lagu apa ya, yang ada Mother...here I'm...here
I'm. Nah, pas di sini mama udah pengin ngikik aja. Wah jangan2 yang dibilang Anggita mau nari ayam tuh, ini kali
here I'm...here I'm. (ini sih bukan tari ayam secara bahasan minggu ini tentang
my family). Ups...mama tetap bertahan dan ternyata...taraaa....yang terakhir
adalah menari fun, salah satu gerakannya mengepak2kan lengan sambil badan
bergoyang2. Yups...inilah tari ayam yang kemarin diceritain Anggita ke mama
sambil ketawa2. Well done Anggita dan teman2 JA-2, terima kasih tentunya tuk bu
guru yang hebat ! Alhamdulillah
Rabu, 16 Oktober 2013
NICE THINGS & CHEERFUL THOUGHTS
Alhamdulillah, hari ini cerah, dan bisa jalan-jalan dengan ceria. Kesempatan jalan2 nyari bunga dan fotoin kupu2 (plus bernarsis ria). Mengabadikan momen, memperpanjang kebahagiaan...
Senangnya jadi mama balita itu salah satunya bisa tertular cerianya krucils.
Jadi tiap hari ceria dong ? Harusnya iya...tapi namanya mama kan tetap aja manusia yang sering banyak pikiran, jadi adakalanya juga murung. Hanya saja jangan sampai masalah dalam diri berpengaruh dalam interaksi dengan anak.
Sedih deh kalau ingat saat saya pengin ngamuk, cuma gara-gara Anggi males-malesan diajak mandi. Entah kenapa saya juga lagi males ngebujukin, jadi ya saya merintah mandi sambil marah-marah. Pas udah di kamar mandi, saya pegang air mandi udah nggak begitu hangat lagi, tapi karena saya udah kesel ya tetap saya guyur Anggi byar byur. Udah selesai sabunan dan bilas tinggal gosok gigi dia bilang "Mau mandi pakai air hangat, nggak mau gosok gigi, dingin !" Ehm...bikin keluar tanduk nih, krucil.. Kami berdua sama-sama bertahan. Saya nggak mau bikin air hangat lagi, Anggi kekeuh nggak mau gosok gigi. Acara mandi berakhir penuh kekesalan, jadi manyun. Sampai akhirnya Anggi mulai ngomong "Mama, senyum, Ma" Saya mencoba tersenyum, perlahan rasa damai, nyaman menjalar. Ah, kenapa masalah sepele sering membuat saya bertanduk. Akhirnya saya sadar, saya harus selalu bisa menyelesaikan masalah dalam diri saya dulu, baru interaksi dengan krucils bisa berjalan baik.

Ahahay...semoga kami bisa selalu mengisi hari dengan sesuatu yang berguna dan indah buat dikenang. Berharap hati dan pikiran saya penuh dengan kebahagiaan, kedamaian, hingga saya bisa selalu memandang hidup dengan senyum ceria :)
Senangnya jadi mama balita itu salah satunya bisa tertular cerianya krucils.
Jadi tiap hari ceria dong ? Harusnya iya...tapi namanya mama kan tetap aja manusia yang sering banyak pikiran, jadi adakalanya juga murung. Hanya saja jangan sampai masalah dalam diri berpengaruh dalam interaksi dengan anak.
Sedih deh kalau ingat saat saya pengin ngamuk, cuma gara-gara Anggi males-malesan diajak mandi. Entah kenapa saya juga lagi males ngebujukin, jadi ya saya merintah mandi sambil marah-marah. Pas udah di kamar mandi, saya pegang air mandi udah nggak begitu hangat lagi, tapi karena saya udah kesel ya tetap saya guyur Anggi byar byur. Udah selesai sabunan dan bilas tinggal gosok gigi dia bilang "Mau mandi pakai air hangat, nggak mau gosok gigi, dingin !" Ehm...bikin keluar tanduk nih, krucil.. Kami berdua sama-sama bertahan. Saya nggak mau bikin air hangat lagi, Anggi kekeuh nggak mau gosok gigi. Acara mandi berakhir penuh kekesalan, jadi manyun. Sampai akhirnya Anggi mulai ngomong "Mama, senyum, Ma" Saya mencoba tersenyum, perlahan rasa damai, nyaman menjalar. Ah, kenapa masalah sepele sering membuat saya bertanduk. Akhirnya saya sadar, saya harus selalu bisa menyelesaikan masalah dalam diri saya dulu, baru interaksi dengan krucils bisa berjalan baik.

Ahahay...semoga kami bisa selalu mengisi hari dengan sesuatu yang berguna dan indah buat dikenang. Berharap hati dan pikiran saya penuh dengan kebahagiaan, kedamaian, hingga saya bisa selalu memandang hidup dengan senyum ceria :)
Sabtu, 05 Oktober 2013
ANGGITA SI MPOK DEPOK
Yuhuuu....Jumat pekan ini (4 Okt) dalam rangka tema My Clothes, maka semua siswa dan guru di sekolah Anggita memakai pakaian daerah. Setelah mengenal apa itu pakaian yatiu segala sesuatu yang dipakai dari ujunng kepala sampai ke ujung kaki, pengenalan pakaian berlanjur dengan jenis pakaian, termasuk pengenalan pakaian daerah.
Hebohnya krucils ini, ada yang pasrah berjalan pelan karena pakai kain, tapi ada juga yang biasa aja, bahkan grubag-grubug tak peduli dengan dandanannya. Setelah berkumpul di masjid dan berdoa, maka mulailah pawai keliling kemudian fashion show dan performance per kelas gerak dan lagu2 daerah dari Jali2, Cublak2 Suweng, Kampuang nan jauh di mato, trus foto perkelas, pokoknya komplit plit..plit....
Coba tebak Anggita pakai baju daerah mana nih ? Kayaknya sih none betawi ye...eh atau Mpok Depok :D Yang pasti, happy... si mbak Anggita ini bisa menikmati kostumnya....
Hebohnya krucils ini, ada yang pasrah berjalan pelan karena pakai kain, tapi ada juga yang biasa aja, bahkan grubag-grubug tak peduli dengan dandanannya. Setelah berkumpul di masjid dan berdoa, maka mulailah pawai keliling kemudian fashion show dan performance per kelas gerak dan lagu2 daerah dari Jali2, Cublak2 Suweng, Kampuang nan jauh di mato, trus foto perkelas, pokoknya komplit plit..plit....
Coba tebak Anggita pakai baju daerah mana nih ? Kayaknya sih none betawi ye...eh atau Mpok Depok :D Yang pasti, happy... si mbak Anggita ini bisa menikmati kostumnya....
Jumat, 09 Agustus 2013
SELAMAT TINGGAL REWEL, BAWEL YANG BIKIN JENGKEL

"Mama, lihat, aku bisa memanjat!"
"Mama, ayo cari Anggita !" Kata yang berulang terdengar. Kadang saya menghela nafas sambil berpikir, kapan pamer kebisaan ini berakhir. Saat sedang tak diburu keperluan lain tentu saya dengan senang hati bertepuktangan melihat kepiawaiannya memanjat, berpura-pura mencari dan bingung menemukan di mana dia sembunyi, tapi saat saya sedang melakukan sesuatu yang menurut saya penting, panjatannya adalah kejadian biasa-biasa saja, dan luput dari applaus bangga. Herannya si balita ini selalu bisa tahu bila saya nggak serius dan fokus memperhatikan. Tangan si mama ini pun ditarik-tarik, diminta melepaskan apa yang ada di genggaman, sampai kepala mama yang enggan menatap dipegangin. Perilaku yang terasa menjengkelkan dan mampu menumbuhkan tanduk. Selanjutnya rentetan permintaan yang terasa mengada-ada, yang selalu tidak memuaskan hatinya. Kebawelan berlanjut kerewelan yang memporak poranda hari saya.
Begitulah cara Anggita menyadarkan saya. Faktanya, siapa pun, tak peduli berapa usianya selalu ingin berbagi kabar penting dan diperhatikan. Yah, kalau kita para orang dewasa ini setiap kali ingin berbagi hal yang menurut kita penting, seperti kabar pencapaian kemenangan, sedikit prestasi (yang mungkin nggak berarti buat orang lain), harusnya kita sadar balita pun punya kebutuhan yang sama. Mereka suka memamerkan/melakukan sesuatu yang telah berhasil mereka kuasai setelah usaha yang entah betapa menguras energi yang luput dari perhatian kita. Baginya berhasil melompat, bukan sesuatu yang sepele. Hingga sudah selayaknya kita selalu meluangkan waktu saat si balita ini meminta perhatian.
Sungguh, ternyata perhatian tulus, pujian "Wah, hebat, Anggita udah bisa memanjat !" yang tak sampai semenit itu membuatnya tersenyum puas dan ia pun bahagia, tertawa sampai kemudian dia beralih ke permainan lain.Sikapnya sungguh manis, nggak ada rewel, bawel yang bikin jengkel lagi, karena dia sudah cukup puas diperhatikan.
Jadi, saya memilih menyisihkan perhatian dengan membiarkan krucil ini sedikit membanggakan diri. Menunjukkan bahwa kita terkesan dan suka melihatnya. Perhatian dan sedikit pujian membuat anak percaya diri, dan menerima harga diri positif yang mereka rasakan atas pencapaian itu. Setelah itu yakinlah, kita akan mempunyai waktu santai kita karena perilaku baik mereka, terbebas dari kerewelan yang menjengkelkan.
Ya, saya merasakan dan meyakini hal ini
Semakin kita membuat anak-anak menyenangi diri mereka, semakin mereka mau berperilaku lebih baik
Minggu, 04 Agustus 2013
AKTIVITAS FISIK MEMBUAT ANAK MERASA LEBIH BAIK
Anggita, memang cenderung kalem, tapi seperti kebanyakan
balita lainnya, ia sedang sangat suka bergerak Melompat, memanjat kursi, bahkan berayun di
pintu pagar saat ada kesempatan membuka pintu pagar. Begitulah masa-masa aktif balita. Meski saya kadang khawatir dengan keamanannya, tentu saja saya tak bisa dan tak
boleh melarang anak bergerak. Bergerak penting untuk tumbuh kembang optimal
anak, membuat anak selalu sehat, bugar dan ceria. Saya menyadari bermain dan
melakukan aktivitas fisik sama pentingnya dengan memberi anak makanan bergizi.
Menurut National Association for Sport and Physical Education, balita harus
mempunyai waktu beberapa jam untuk
bermain setiap hari plus 60 menit aktivitas fisik yang diawasi dan terstruktur.
Itulah kenapa saya selalu berusaha mencari permainan yang membuat anak bergerak
dengan pendampingan penuh.
Dulu sebelum bersekolah di TK, seminggu sekali saya perlu mengajaknya bermain di taman
bermain. Saat berada di taman bermain baik outdoor maupun indoor tentu tak
sulit untuk mendapatkan aneka permainan yang mendorong anak melakukan aktivitas
fisik. Ayunan, perosotan sepertinya menjadi mainan favorit Anggita, tentu plus
memanjat naik turun palang-palang warna-warni.
Sayang, kami tak bisa bermain di
taman bermain setiap hari. Tentu saja, tidak pergi ke taman bermain bukan
berarti tak melakukan aktivitas fisik. Sebisa mungkin saya akan sempatkan
mengajak Anggita berjalan-jalan ke luar rumah jika cuaca cerah, dan menciptakan
permainan tanpa alat bermain, seperti mengitari pohon, petak umpet, atau
tantangan melompat. Saat cuaca tak bersahabat, tetap saja kami tak melupakan
aktivitas fisik, bergerak agar tak terjebak kenyamanan menonton TV atau game
computer di rumah.
Banyak permainan yang mendorong anak
menjadi lebih aktif. Kami melakukan olah raga gembira baik di dalam atau di
luar rumah yang tak terpengaruh cuaca.
Aktivitas fisik bisa dilakukan
dengan atau tanpa alat bantu permainan. Aktivitas tanpa alat bantu yang kami
lakukan biasanya sih petak umpet, bernyanyi
dan bergaya bersama. Gerak dan lagu adalah salah satu cara kami
melakukan olah raga gembira.
Lagu favorit Anggita yang ada
gerakan lompat-lompat :
“Kelinci melompat, melompat lompat,
kelinci melompat ke kanan dan ke kiri. Bebeknya berenang, berenang wek-wek,
bebeknya berjalan, jalannya megal-megol”
Atau
“Melompat-lompat jalan kelinciku,
telinganya bergerak selalu, kukejar-kejar sampai aku penat tak tertangkap hap
karena cepat.”
Yang nggak pakai lompat-lompat tapi
tetap bergerak itu lagu "Setelah jongkok berdiri lagi 3x...kita
selalu riang" atau “Kepala, pundak, lutut, kaki, lutut
kaki..daun telinga, mata, hidung, dan pipi.” Biasanya pas selesai
pegang pipi kami selalu tertawa. Senang rasanya melihat Anggita tertawa, segar
dan bugar. Kadang kami menari bersama, tari kupu-kupu, juga menirukan jalannya
kucing dengan merangkak, jalan jerapah sambil memanjangkan leher. Aktivitas ini
bermanfaat untuk menguatkan dan melenturkan otot-otot tubuh plus menunjang stamina.
Olah raga gembira dengan alat bantu
permainan membuat aktivitas lebih menarik. Bola, jadi
mainan favorit, menantang keaktifan dan kreatifitas. Ya, biasanya anak aktif
adalah anak cerdas yang bila diarahkan dan distimulasi dengan baik akan menjadi
anak kreatif.
Saya biasanya memulai dengan lempar tangkap bola, terus menggelindingkan bola mengenai objek tertentu, atau meminta Anggita menendang bola dengan pelan, keras, ke atas, ke kanan, ke kiri. Memasukkan bola ke keranjang, atau bermain dengan bola warna-warni, dan meminta Anggita mengambil bola warna tertentu ditaruh di kotak A, B, C dan sterusnya. Permainan-permainan tadi akan meningkatkan kemampuan koordinasi tangan dan mata, sekaligus beberapa aspek kecerdasan anak. Saya menjadi takjub ketika dalam bermain kemudian Anggita bergeser menjadi leader yang memimpin permainan, dan mulai nampak kreatifitasnya. “Sekarang kita main tepok bola pakai raket ini aja, ya.” kata Anggita sambil mengambil raket tennis plastiknya. Kadang dia pun menolak dengan argumentasinya, “Nggak, jangan begitu, Anggita bukan yang nangkap bola. Kita taruh boneka, terus nanti pura-pura boneka yang nangkap aja.” Saya tersenyum,sambil membatin “Nih anak kreatif juga” (mungkin karena bosan disuruh nangkap bola terus dan sering meleset, xixi) Asyiknya saya jadi nggak mati gaya, karena bisa nanya ke Anggita “Enaknya, sekarang kita ngapain lagi ya ?”
Saya biasanya memulai dengan lempar tangkap bola, terus menggelindingkan bola mengenai objek tertentu, atau meminta Anggita menendang bola dengan pelan, keras, ke atas, ke kanan, ke kiri. Memasukkan bola ke keranjang, atau bermain dengan bola warna-warni, dan meminta Anggita mengambil bola warna tertentu ditaruh di kotak A, B, C dan sterusnya. Permainan-permainan tadi akan meningkatkan kemampuan koordinasi tangan dan mata, sekaligus beberapa aspek kecerdasan anak. Saya menjadi takjub ketika dalam bermain kemudian Anggita bergeser menjadi leader yang memimpin permainan, dan mulai nampak kreatifitasnya. “Sekarang kita main tepok bola pakai raket ini aja, ya.” kata Anggita sambil mengambil raket tennis plastiknya. Kadang dia pun menolak dengan argumentasinya, “Nggak, jangan begitu, Anggita bukan yang nangkap bola. Kita taruh boneka, terus nanti pura-pura boneka yang nangkap aja.” Saya tersenyum,sambil membatin “Nih anak kreatif juga” (mungkin karena bosan disuruh nangkap bola terus dan sering meleset, xixi) Asyiknya saya jadi nggak mati gaya, karena bisa nanya ke Anggita “Enaknya, sekarang kita ngapain lagi ya ?”
Mengapa aktivitas fisik ini penting ?
Dalam suatu artikel di majalah yang pernah saya
baca, olah raga akan memperkecil resiko anak terserang sejumlah
penyakit. Setidaknya ada beberapa manfaat ketika anak bergerak, antara lain
- Memperkuat jantung, pembuluh darah, paru-paru, dan tulang
- Mengontrol berat badan : kelebihan lemak akan dibakar untuk menghasilkan kalori
- Mengurangi kadar gula darah hingga mengurangi resiko terserang diabetes
- Meningkatkan level energi : Anak yang aktif akan merasa energik dan segar
- Menenangkan : Aktivitas fisik membuat tubuh melepaskan zat beta-endorfin yang membuat anak merasa lebih baik dan nyaman
Nah, semuanya itu akan menunjang
anak belajar dan menjalani proses tumbuh kembang dengan baik.
Keterlibatan mama sebagai teman bermain, tentu tak kalah penting, karena akan membuat anak lebih gembira bila mamanya ikut bergerak/bermain bersama. Itulah hal terbaik yang bisa mama lakukan saat ada kesempatan bersama anak.
Keterlibatan mama sebagai teman bermain, tentu tak kalah penting, karena akan membuat anak lebih gembira bila mamanya ikut bergerak/bermain bersama. Itulah hal terbaik yang bisa mama lakukan saat ada kesempatan bersama anak.
Perpaduan antara alat permainan dan mama sebagai teman
bermain itu bukan main manfaatnya. Sama pentingnya dengan sinergi antara
nutrisi dan stimulasi untuk tumbuh kembang anak.
Langganan:
Postingan (Atom)





