Rabu, 16 Oktober 2013

NICE THINGS & CHEERFUL THOUGHTS

Alhamdulillah, hari ini cerah, dan bisa jalan-jalan dengan ceria. Kesempatan jalan2 nyari bunga dan fotoin kupu2 (plus bernarsis ria). Mengabadikan momen, memperpanjang kebahagiaan...

Senangnya jadi mama balita itu salah satunya bisa tertular cerianya krucils.
Jadi tiap hari ceria dong ? Harusnya iya...tapi namanya mama kan tetap aja manusia yang sering banyak pikiran, jadi adakalanya juga murung. Hanya saja jangan sampai masalah dalam diri berpengaruh dalam interaksi dengan anak.



Sedih deh kalau ingat saat saya pengin ngamuk, cuma gara-gara Anggi males-malesan diajak mandi. Entah kenapa saya juga lagi males ngebujukin, jadi ya saya merintah mandi sambil marah-marah. Pas udah di kamar mandi, saya pegang air mandi udah nggak begitu hangat lagi, tapi karena saya udah kesel ya tetap saya guyur Anggi byar byur. Udah selesai sabunan dan bilas tinggal gosok gigi dia bilang "Mau mandi pakai air hangat, nggak mau gosok gigi, dingin !" Ehm...bikin keluar tanduk nih, krucil.. Kami berdua sama-sama bertahan. Saya nggak mau bikin air hangat lagi, Anggi kekeuh nggak mau gosok gigi. Acara mandi berakhir penuh kekesalan, jadi manyun. Sampai akhirnya Anggi mulai ngomong  "Mama, senyum, Ma" Saya mencoba tersenyum, perlahan rasa damai, nyaman menjalar. Ah, kenapa masalah sepele sering membuat saya bertanduk. Akhirnya saya sadar, saya harus selalu bisa menyelesaikan masalah dalam diri saya dulu, baru interaksi dengan krucils bisa berjalan baik.


Ahahay...semoga kami bisa selalu mengisi hari dengan sesuatu yang berguna dan indah buat dikenang. Berharap hati dan pikiran saya penuh dengan kebahagiaan, kedamaian, hingga saya bisa selalu memandang hidup dengan senyum ceria :)


Sabtu, 05 Oktober 2013

ANGGITA SI MPOK DEPOK

Yuhuuu....Jumat pekan ini (4 Okt) dalam rangka tema My Clothes, maka semua siswa dan guru di sekolah Anggita memakai pakaian daerah. Setelah mengenal apa itu pakaian yatiu segala sesuatu yang dipakai dari ujunng kepala sampai ke ujung kaki, pengenalan pakaian berlanjur dengan jenis pakaian, termasuk pengenalan pakaian daerah.

Hebohnya krucils ini, ada yang pasrah berjalan pelan karena pakai kain, tapi ada juga yang biasa aja, bahkan grubag-grubug tak peduli dengan dandanannya. Setelah berkumpul di masjid dan berdoa, maka mulailah pawai keliling kemudian fashion show dan performance per kelas gerak dan lagu2 daerah dari Jali2, Cublak2 Suweng, Kampuang nan jauh di mato, trus foto perkelas, pokoknya komplit plit..plit....





Coba tebak Anggita pakai baju daerah mana nih ? Kayaknya sih none betawi ye...eh atau Mpok Depok :D Yang pasti, happy... si mbak Anggita ini bisa menikmati kostumnya....

Jumat, 09 Agustus 2013

SELAMAT TINGGAL REWEL, BAWEL YANG BIKIN JENGKEL



"Mama, lihat, aku bisa memanjat!"
"Mama, ayo cari Anggita !" Kata yang berulang terdengar. Kadang saya menghela nafas sambil berpikir, kapan pamer kebisaan ini berakhir.  Saat sedang tak diburu keperluan lain tentu saya dengan senang hati bertepuktangan melihat kepiawaiannya memanjat, berpura-pura mencari dan bingung menemukan di mana dia sembunyi, tapi saat saya sedang melakukan sesuatu yang menurut saya penting, panjatannya adalah kejadian biasa-biasa saja, dan luput dari applaus bangga. Herannya si balita ini selalu bisa tahu bila saya nggak serius dan fokus memperhatikan. Tangan si mama ini pun ditarik-tarik, diminta melepaskan apa yang ada di genggaman, sampai kepala mama yang enggan menatap dipegangin. Perilaku yang terasa menjengkelkan dan mampu menumbuhkan tanduk. Selanjutnya rentetan permintaan yang terasa mengada-ada, yang selalu tidak memuaskan hatinya. Kebawelan berlanjut kerewelan yang memporak poranda hari saya.
        Begitulah cara Anggita menyadarkan saya. Faktanya, siapa pun, tak peduli berapa usianya selalu ingin berbagi kabar penting dan diperhatikan. Yah, kalau kita para orang dewasa ini setiap kali ingin berbagi hal yang menurut kita penting, seperti kabar pencapaian kemenangan, sedikit prestasi (yang mungkin nggak berarti buat orang lain),  harusnya kita sadar balita pun punya kebutuhan yang sama. Mereka suka memamerkan/melakukan sesuatu yang telah berhasil mereka kuasai setelah usaha yang entah betapa menguras energi yang luput dari perhatian kita. Baginya berhasil melompat, bukan sesuatu yang sepele. Hingga sudah selayaknya kita selalu meluangkan waktu saat si balita ini meminta perhatian.
       Sungguh, ternyata perhatian tulus, pujian "Wah, hebat, Anggita udah bisa memanjat !" yang tak sampai semenit itu membuatnya tersenyum puas dan ia pun bahagia, tertawa sampai kemudian dia beralih ke permainan lain.Sikapnya sungguh manis, nggak ada rewel, bawel yang bikin jengkel lagi, karena dia sudah cukup puas diperhatikan.
       
        Jadi, saya memilih menyisihkan perhatian dengan membiarkan krucil ini sedikit membanggakan diri. Menunjukkan bahwa kita terkesan dan suka melihatnya. Perhatian dan sedikit pujian membuat anak percaya diri, dan menerima harga diri positif yang mereka rasakan atas pencapaian itu. Setelah itu yakinlah, kita akan mempunyai waktu santai kita karena perilaku baik mereka, terbebas dari kerewelan yang menjengkelkan.
         Ya, saya merasakan dan meyakini hal ini  

Semakin kita membuat anak-anak menyenangi diri mereka, semakin mereka mau berperilaku lebih baik

Minggu, 04 Agustus 2013

AKTIVITAS FISIK MEMBUAT ANAK MERASA LEBIH BAIK



         Anggita, memang cenderung kalem, tapi seperti kebanyakan balita lainnya, ia sedang sangat suka bergerak Melompat, memanjat kursi, bahkan berayun di pintu pagar saat ada kesempatan membuka pintu pagar. Begitulah masa-masa aktif balita. Meski saya kadang khawatir dengan keamanannya, tentu saja saya tak bisa dan tak boleh melarang anak bergerak. Bergerak penting untuk tumbuh kembang optimal anak, membuat anak selalu sehat, bugar dan ceria. Saya menyadari bermain dan melakukan aktivitas fisik sama pentingnya dengan memberi anak makanan bergizi. Menurut National Association for Sport and Physical Education, balita harus mempunyai  waktu beberapa jam untuk bermain setiap hari plus 60 menit aktivitas fisik yang diawasi dan terstruktur. Itulah kenapa saya selalu berusaha mencari permainan yang membuat anak bergerak dengan pendampingan penuh.
         Dulu sebelum bersekolah di TK, seminggu sekali saya perlu mengajaknya bermain di taman bermain. Saat berada di taman bermain baik outdoor maupun indoor tentu tak sulit untuk mendapatkan aneka permainan yang mendorong anak melakukan aktivitas fisik. Ayunan, perosotan sepertinya menjadi mainan favorit Anggita, tentu plus memanjat naik turun palang-palang warna-warni.
Sayang, kami tak bisa bermain di taman bermain setiap hari. Tentu saja, tidak pergi ke taman bermain bukan berarti tak melakukan aktivitas fisik. Sebisa mungkin saya akan sempatkan mengajak Anggita berjalan-jalan ke luar rumah jika cuaca cerah, dan menciptakan permainan tanpa alat bermain, seperti mengitari pohon, petak umpet, atau tantangan melompat. Saat cuaca tak bersahabat, tetap saja kami tak melupakan aktivitas fisik, bergerak agar tak terjebak kenyamanan menonton TV atau game computer di rumah.
         
Banyak permainan yang mendorong anak menjadi lebih aktif. Kami melakukan olah raga gembira baik di dalam atau di luar rumah yang tak terpengaruh cuaca.
Aktivitas fisik bisa dilakukan dengan atau tanpa alat bantu permainan. Aktivitas tanpa alat bantu yang kami lakukan biasanya sih petak umpet, bernyanyi  dan bergaya bersama. Gerak dan lagu adalah salah satu cara kami melakukan olah raga gembira.
Lagu favorit Anggita yang ada gerakan lompat-lompat :
“Kelinci melompat, melompat lompat, kelinci melompat ke kanan dan ke kiri. Bebeknya berenang, berenang wek-wek, bebeknya berjalan, jalannya megal-megol”
Atau
“Melompat-lompat jalan kelinciku, telinganya bergerak selalu, kukejar-kejar sampai aku penat tak tertangkap hap karena cepat.”
Yang nggak pakai lompat-lompat tapi tetap bergerak itu lagu "Setelah jongkok berdiri lagi 3x...kita selalu riang" atau “Kepala, pundak, lutut, kaki, lutut kaki..daun telinga, mata, hidung, dan pipi.” Biasanya pas selesai pegang pipi kami selalu tertawa. Senang rasanya melihat Anggita tertawa, segar dan bugar. Kadang kami menari bersama, tari kupu-kupu, juga menirukan jalannya kucing dengan merangkak, jalan jerapah sambil memanjangkan leher. Aktivitas ini bermanfaat untuk menguatkan dan melenturkan otot-otot tubuh plus menunjang stamina.
          Olah raga gembira dengan alat bantu permainan membuat aktivitas lebih menarik. Bola, jadi mainan favorit, menantang keaktifan dan kreatifitas. Ya, biasanya anak aktif adalah anak cerdas yang bila diarahkan dan distimulasi dengan baik akan menjadi anak kreatif.
         Saya biasanya memulai dengan lempar tangkap bola, terus menggelindingkan bola mengenai objek tertentu, atau meminta Anggita menendang bola dengan pelan, keras, ke atas, ke kanan, ke kiri. Memasukkan bola ke keranjang, atau bermain dengan bola warna-warni, dan meminta Anggita mengambil bola warna tertentu ditaruh di kotak A, B, C dan sterusnya. Permainan-permainan tadi akan meningkatkan kemampuan koordinasi tangan dan mata, sekaligus beberapa aspek kecerdasan anak. Saya menjadi takjub ketika dalam bermain kemudian Anggita bergeser menjadi leader yang memimpin permainan, dan mulai nampak kreatifitasnya. “Sekarang kita main tepok bola pakai raket ini aja, ya.” kata Anggita sambil mengambil raket tennis plastiknya. Kadang dia pun menolak dengan argumentasinya, “Nggak, jangan begitu, Anggita bukan yang nangkap bola. Kita taruh boneka, terus nanti pura-pura boneka yang nangkap aja.” Saya tersenyum,sambil membatin “Nih anak kreatif juga” (mungkin karena bosan disuruh nangkap bola terus dan sering meleset, xixi) Asyiknya  saya jadi nggak mati gaya, karena bisa nanya ke Anggita “Enaknya, sekarang kita ngapain lagi ya ?”
        Mengapa aktivitas fisik ini penting ? Dalam suatu artikel di majalah yang pernah saya  baca, olah raga akan memperkecil resiko anak terserang sejumlah penyakit. Setidaknya ada beberapa manfaat ketika anak bergerak, antara lain
  1. Memperkuat jantung, pembuluh darah, paru-paru, dan tulang
  2. Mengontrol berat badan : kelebihan lemak akan dibakar untuk menghasilkan kalori
  3. Mengurangi kadar gula darah hingga mengurangi resiko terserang diabetes
  4. Meningkatkan level energi : Anak yang aktif akan merasa energik dan segar
  5. Menenangkan : Aktivitas fisik membuat tubuh melepaskan zat beta-endorfin yang membuat anak merasa lebih baik dan nyaman
Nah, semuanya itu akan menunjang anak belajar dan menjalani proses tumbuh kembang dengan baik.
Keterlibatan mama sebagai teman bermain, tentu tak kalah penting, karena akan membuat anak lebih gembira bila mamanya ikut bergerak/bermain bersama. Itulah hal terbaik yang bisa mama lakukan saat ada kesempatan bersama anak. 
Perpaduan antara alat permainan dan mama sebagai teman bermain itu bukan main manfaatnya. Sama pentingnya dengan sinergi antara nutrisi dan stimulasi untuk tumbuh kembang anak.
         

Senin, 29 Juli 2013

ANAK PEREMPUAN KAN PAKAI KERUDUNG

Sejenak terhenyak, ketika pagi ini Anggita pas selesai pakai baju buat ke sekolah dan langsung saya tinggal untuk berganti pakaian ngomong : "Mama, Anggita pakai kerudung, Anggita kan anak perempuan. Anak perempuan kan pakai kerudung"

Anak perempuan kan pakai kerudung...kalimat persis seperti inilah yang diucapkan si Mas, Rangga 8 tahun lalu. Ketika ia menatap saya di mall : Mama lupa ya nggak pakai kerudung. Anak perempuan kan pakai kerudung. 

Allah, Alhamdulillah, seperti para guru di sekolah krucils, saya pun makin yakin, kebersihan hati dan pikiran kanak-kanak akan mudah menerima pesan kebaikan, dan mereka akan senantiasa menyimpan pengalaman berharga yang didapat di sekolahnya sebagai dasar pengembangan akhlak, pengembangan ke-Islaman dan keilmuan mereka selanjutnya

Semoga banyak kebaikan yang menyentuhmu ya, Nak...


Jumat, 26 Juli 2013

BEE, INCY WINCY SPIDER, GELEMBUNG

Mama, kita nggak sekolah ? tanya Anggita. Enggak hari ini kita libur, asyiik ya...Kirain Anggita akan senang ternyata dia bilang, sekolah aja Ma, nanti kan bikin gelembung, main incy wincy spider, trus main bee dan juga menari. Hmm...semoga nanti pas Senin dan seterusnya juga tetap semangat sekolah, soalnya Senin lalu  entah kenapa  Anggita menolak memakai seragamnya. Nggak usah sekolah terus terus,..akhirnya setelah dibujuk mau juga berangkat meski tampak tak bersemangat, begitu juga Selasa dia bilang Anggita nggak dapat apa-apa sekarang, bintangnya sudah habis, tapi masih mau masuk meski tanpa senyum, hingga puncaknya hari Rabu, Anggita mau berangkat, tapi benar-benar mogok pas waktunya masuk kelas, dia mau permen coklat. Arrgh...sabaar...sabaar...Alhamdulillah, pertolongan datang tepat waktu sebelum tanduk di kepala saya keluar. Bu Lilis, guru kelas Anggita datang membujuk dengan bujukan aneka kegiatan seperti nanti mau nonton film lho, dan akhirnya... Nanti kita nyari kupu-kupu lagi yuuk, dan Anggita pun mau masuk kelas.

Pulang sekolah udah ceria lagi, tadi nonton film sholat, Nulis  check dan juga tet tot, tet tot itu tanda x, kalau salah, katanya sepulang sekolah, trus dia cerita nggak boleh cubit2 kata Bu guru. Anggita nyubit  teman Anggita ? tanya saya khawatir. Bukan, kan Mas Angga yang suka cubit2 Anggita, trus kata bu guru nggak boleh cubit-cubit, juga nggak boleh teriak (Ok, di spider webnya memang minggu ini Amaliah Ramadhan dan ada bahasan tentang akhlak yang baik)

Kamisnya mulai semangat lagi,cerita tadi Anggita petik daun, diremas-remas, trus bikin gelembung,
Gini nih :)


dan di hari Jumat Anggita cerita tadi nari, trus main Bee, Bu Lilis tutup mata, ngitungnya sekarang sampai ten, dan Anggita lariii....

Mama kita main Bee yuuk, Mama tutup mata dan ngitung sampai ten, trus Anggita lari, mama ngejar Anggita, hadeeh....main kejar2an dan nggak berhenti-berhenti :D

Senin, 22 Juli 2013

PERTEMUAN PERDANA PARENTS : THE POWER OF IKHLAS

Alhandulillah bisa gabung bareng para ortu dan guru sekolah AJC dalam pertemuan perdana yang diisi dengan seminar The Power of Ikhlas oleh Bp Agus AWS.
Ini point-point yang sempat saya catat :

Ikhlas adalah modal awal kita, harus ada dalam jiwa. Ikhlas itu hanya bergantung kepada Allah, semua semata beribadah. Jadi, Bismillah, atas namakan Allah setiap langkah kita.

Ikhlas dan Sabar (ulet, pantang menyerah) adalah pasangan, ibarat ilmu dan amal

1. Ikhlas membuahkan kemenangan : ikhlas adalah kekuatan tanpa batas yang akan membuat kita tetap tegar, tenang, dan bahagia.

2. Masalah selalu ada dalam hidup, tapi kita punya Allah yang Maha Besar. Tak ada masalah yang berat bila semua kita serahkan pada Allah. Jangan terfokus pada masalah, tapi fokuslah berjuang mengatasi masalah.
"Siapa yang menyerahkan kesusahannya kepada Allah, maka Allah akan memberinya rizki, baik segera atau lambat (HR. Abu Daud dan Turmudzi)


Masalah kita ibarat satu titik kecil di antara kertas putih. Jangan melihat titik kecil pada gambar, karena ada putih yang begitu luas. Jangan fokus pada masalah yang hanya sedikit, anugerah Allah begitu berlimpah. Berhenti fokus pada masalah, maka kita akan menjadi manusia yang pandai bersyukur. Ikhlas melapangkan dada kita

3. Khasiat Ikhlas : Dengan keikhlasan kita akan meraih kebahagiaan dan terhindar dari berbagai penyakit.
Ukuran kebahagiaan adalah keikhlasan. Kalau hati tidak ikhlas, meski ayam goreng sudah ada di hadapan kita, kita masih membayangkan yang lain-lainnya, hingga tak bisa menikmati. Bila ikhlas makan dengan tempe pun nikmat.

Penyakit yang paling berbahaya adalah penyakit yang virusnya berasal dari Iblis. Ikhlas akan menangkal virus tersebut


4. Keikhlasan dalam Melakukan Kebaikan 
~Kebaikan generasi mendatang ditentukan oleh kebaikan kita hari ini~ inilah keridhoan Allah


Konsisten dalam kebaikan karena tidak akan pernah hilang kebaikan yang kita lakukan, semua tersimpan sebagai tabungan di bank milik Allah (Bank Semesta).

Bersabarlah bila hasil yang kita upayakan belum terlihat, bersabar selalu, semua pasti ada hikmahnya.

Mendengarkan seminar ini, mencharge lagi semangat untuk melakukan kebaikan dengan penuh keikhlasan, semoga bisa ya...., Aamiin.

Setelah acara seminar dilanjutkan dengan perkenalan program pembelajaran (semua bisa dibaca di Parent Handbook dan Edaran Program Pembelajaran yang dibagikan), kemudian laporan pertanggungjawaban pengurus PTC dan pembentukan pengurus PTC baru.

PTC (Parents Teachers Club) ini adalah sarana/jembatan komunikasi dan silaturahmi baik antar parents maupun parents dan teachers, sedangkan pengurus PTC adalah perwakilan parents.

Saya lihat sih PTC ini udah tinggal jalan aja, udah terbentuk dan berkembang baik. (Ingat bertahun lalu saat awal PTC dibentuk).

Saya dapat kehormatan, kesempatan bergabung sebagai pengurus PTC baru. Bismillah, semoga dengan segala keterbatasan saya, keberadaan saya bisa sedikit membantu dan bermanfaat untuk sekolah anak tercinta. Semoga menjadi kebaikan ya, Aamiin. Ada foto2nya di fb sekolah AJC, tapi belum sempat nyimpan, nanti ya....